Sunday, October 30, 2011

Dark Morning -Eye-

Dari judulnya udah aneh banget. Perasaan pagi ini cerah banget tapi kenapa -kaya di judul- this morning feel so dark for me. Karena aku rasa di dalam diriku yang begitu gelap. Melankolis banget kedengarannya, tapi memang begitulah nampaknya yang sedang terjadi. Rasanya benar-benar seperti melihat kaca melihat keluar jendela begitu cerah dan sangat membuat bersemangat. Tapi begitu melihat cermin di kamar mandi, yang kulihat hanya kegelapan. Mata yang kelam, pandangan yang kelabu. Putih pun nampaknya bisa menjadi abu-abu kalau dilihat melalui mata itu. Mengandung kebencian, selalu ingin meyalahkan orang lain, menyalahkan segalanya. Atau bahkan putih bisa dilihat menjadi hitam pekat kalau melihat melalui mata -yang diliputi kebencian- itu lebih lama lagi.

Oke, semua itu memang yang sedang terjadi sekarang. Tapi tak juga membuat kegelapan mematikan sinar. Toh nilai kegelapan sebenarnya hanya menutupi sinar dan cahaya, bukan mematikannya. Nilai kegelapan bukan untuk mengalahkan cahaya, tapi hanya menghalanginya. Esensi yang meneydihkan dari kegelapan. So, cahaya dalam diriku ini -dalam mataku- hanya perlu disibakkan dari dari kegelapan yang selama ini menyelubunginya. Sebelum ini aku pikir rasanya percuma menyibakkan kegelapan karena cuma sedikit aku bisa menyibaknya. Tapi setelah satu dan kemudian beberapa kejadian aku rasa percuma pun tak apa-apa sampai akhirnya tidak percuma lagi. 

Langkah berikutnya mungkin akan kumulai untuk menangkap setiap kedipan.