Saturday, March 9, 2019

Makan Gratis

Biasanya dapat ditemui di saat ulang tahun teman. Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas kepedulian terhadap hari kelahiran yang diingat dan diberikan doa kebaikan.

Monday, September 17, 2012

Wujud Waktu

Aku pernah beberapa kali kesal terhadap yang namanya waktu. Tapi bukan Waktu anak Pak Wahyu maksudku. Aku tipe orang yang bahkan mengimajinasikan rasa kesal terhadap sesuatu. Membuatnya menjadi bentuk yang menurutku mewakili. Suatu kali aku sempat kesal lagi terhadap waktu. Karena dia menampakkan wujudnya 'seperti seorang pelari marathon yang terus berlari kencang tanpa peduli apapun asal bisa cepat sampai ke tujuan'. Padahal saat itu jelas-jelas aku mengharapkannya menampakkan wujud sebagai 'seorang fotografer yang sedang mencari objek yang tepat untuk dipotret'. Meski begitu aku berterima kasih juga karena wujudnya sebelumnya sebagai 'balon terbang yang membawaku menemui seseorang, pelan tapi pasti'.

Terima kasih waktu. Dan aku sudah lagi tak sabar menantikan wujudmu berikutnya. Yang akan kau tampakkan padaku. Atau mungkin akan menjadi kami.


Sunday, October 30, 2011

Dark Morning -Eye-

Dari judulnya udah aneh banget. Perasaan pagi ini cerah banget tapi kenapa -kaya di judul- this morning feel so dark for me. Karena aku rasa di dalam diriku yang begitu gelap. Melankolis banget kedengarannya, tapi memang begitulah nampaknya yang sedang terjadi. Rasanya benar-benar seperti melihat kaca melihat keluar jendela begitu cerah dan sangat membuat bersemangat. Tapi begitu melihat cermin di kamar mandi, yang kulihat hanya kegelapan. Mata yang kelam, pandangan yang kelabu. Putih pun nampaknya bisa menjadi abu-abu kalau dilihat melalui mata itu. Mengandung kebencian, selalu ingin meyalahkan orang lain, menyalahkan segalanya. Atau bahkan putih bisa dilihat menjadi hitam pekat kalau melihat melalui mata -yang diliputi kebencian- itu lebih lama lagi.

Oke, semua itu memang yang sedang terjadi sekarang. Tapi tak juga membuat kegelapan mematikan sinar. Toh nilai kegelapan sebenarnya hanya menutupi sinar dan cahaya, bukan mematikannya. Nilai kegelapan bukan untuk mengalahkan cahaya, tapi hanya menghalanginya. Esensi yang meneydihkan dari kegelapan. So, cahaya dalam diriku ini -dalam mataku- hanya perlu disibakkan dari dari kegelapan yang selama ini menyelubunginya. Sebelum ini aku pikir rasanya percuma menyibakkan kegelapan karena cuma sedikit aku bisa menyibaknya. Tapi setelah satu dan kemudian beberapa kejadian aku rasa percuma pun tak apa-apa sampai akhirnya tidak percuma lagi. 

Langkah berikutnya mungkin akan kumulai untuk menangkap setiap kedipan. 


Sunday, April 17, 2011

Suddenly Rain

Tadi siang aku kepikiran nyuci baju-baju kotorku yang hampir seminggu belum tersentuh. Lagipula kulihat cuaca sangat cerah, mendukung cepat keringnya cucianku. Harusnya tadi pagi aku yuci baju, tapi karena ngantuk banget ya terpaksa siang deh. Selain itu tadi pagi aku sedikit khawatir akn hujan juga.

Cucianku yang sudah bersih dan berjemur di bawah terik matahari sejak siang tadi harusnya sekarang sudah cukup kering. Lagipula ini sudah berjam-jam lamanya sejak aku menjemur mereka. Tapi tak disangka dan tak diduga tiba-tiba saja hujan deras langsung mengguyur. Alhasil aku langsung kelabakan menyelamatkan cucianku yang sudah cukup kering. Karena hujan barusan yang walau cuma sebentar cucianku diguyurnya tapi sudah cukup membuat cucianku kembali basah, :'(

Sampai postingan ini aku tulis hujannya masih deras mengguyur.

Just My Babble

Cinta, sebuah rasa yang berharga, bila terlalu sering diungkapkan, seolah maknanya semakin berkurang, membuat rasa bosan bercokol di hati. 
Maaf, sebuah kata yang berharga, sebaiknya terbiasa mengucapkannya, tapi bila terlalu sering diucapkan, seolah menjadi mainan kata, akan terasa hampa. 
Cinta dan benci seperti dua jalan yang terpisah pada mulanya, ternyata adalah satu setelahnya. Jangan mengubah cinta menjadi benci, atau takut benci akan menjadi cinta. Karena ada benci maka cinta terasa ada. 
Cinta adalah benci, benci untuk kehilangan, benci untuk berpisah, benci untuk melihat luka, benci untuk melupakan, benci untuk sakit, benci dilupakan. Karena semua itu cinta. 

Task's Done

Akhirnya tugasku bangunin dia sukses. Dia berterima kasih, yah memangnya mau apa lagi. Terasa ada yang aneh, tapi ya sudahlah lagipula setelah ini dia akan lebih capek dengan latihan yang dimulai lebih pagi. Aku cuma bisa support dia dari sini. Toh aku yakin dia juga masih punya motifnya sendiri. Sekedar perasaanku atau memang akhir-akhir ini aku lebih dekat dengannya dibanding dulu, apalagi dibanding aku naksir dia saat masih sekolah dulu. 

Habis bangunin dia, nggak lama berselang serangan rasa kantuk yang luar biasa melandaku. Untungnya aku masih sanggup bertahan sampai aku sholat Shubuh. setelah itu aku segera pindah gedung agar tidurku lebih nyaman. Tapi anehnya setelah sampai di gedung sebelah, serangan rasa kantuk yang dari tadi datang tiba-tiba saja menghilang. Aneh bin ajaib, tapi ya sudahlah. Dan bahkan sampai saat aku menulis postingan ini aku masih belum bisa tertidur. 

Jakarta Selatan, 17 April 2011

Killing Time

Sekarang masih dini hari, tapi aku belu mau tidur meski capek dan kantuk mulai melanda. Karena aku punya janji dengan seseorang untuk membangunkannya jam 4 pagi nanti. Buat dia tak apalah sedikit mengantuk dan membosankan diri ria. Aku di aktu ini cuma tak mau mengecewakannya. Aku cuma ingin membuatnya bahagia lagi -secara utuh- dan melupakan masa lalu yang sampai sekarang masih menghantuinya. Aku berharap aku bisa jadi orang yang membuatnya benar-benar telah merelakan masa lalu yang membayanginya itu. Tapi meski bukan aku orangnya setidaknya aku bisa cukup berperan membuatnya bahagia kembali. I think that's enough for me now

Aku iseng-iseng nulis post ini untuk menunggu waktunya wake her up jam 4 pagi nanti. Aku juga iseng 'ngutak-atik' mbah GOOGLE dan ber-Youtube beberapa video clip. Lagipula sekalian memanfaatkan wifi disini. Yah, meskipun jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta media seperti 4shared tidak bisa dibuka disini. Setidaknya situs lain yang cukup entertain masih ada yang bisa aku pakai. 

Kepingin iseng-iseng foto teman-temanku yang sedang istirahat, sayangnya handphoneku belum cukup canggih untuk menangkap gambar mereka di kegelapan. Yah, alhasil usahaku untuk dapet foto ngusilin mereka gagal deh. Tak apalah. 

Eh, tiba-tiba perutku mnta diisi. Jam segini mau makan apa? Mau ke pasar Kebayoran cari-cari makanan tapi aku males banget ke sananya. Entar deh mikir mau makan apa, mungkin nyemil makanan ringan cukuplah. Kantuk juga mulai menyerang lagi, sial banget. Tapi aku harus bisa tetep bertahan sampai tiba waktunya ngebangunin dia. Soalnya dia katanya ada latihan pagi-pagi. Jadi dia harus lebih pagi juga mempersiapkan diri.   Aku kasihan sama dia yang selalu saja sibuk dengan jadwal latihan yang padat seolah tak ada hari libur untuknya. Andai saja aku ada di sana untuk membantunya mencuri waktu untuk merefresh pikiran dan badannya. Atau andai aku ini pacarnya yang cukup membuatnya bahagia dengan caraku memberinya dan dengan caranya menerima. Ah. aku kembali berandai-andai nggak jelas. 

Jakarta Selatan, 17 April 2011